Mengenal Alat Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. yang bersifat sementara, namun dapat bersifat permanen.

Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan.

Cara kerja alat kontrasepsi

Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi atau melumpuhkan sperma atau menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.

Berbagai pilihan alat kontrasepsi antara lain:

  1. Cara alamiah, yaitu metode senggama terputus dan metode kalender.
  2. Cara sederhana, terdiri dari kondom, jelly, diafragma, spermisida, tisu KB.
  3. Alat kontrasepsi hormonal, yakni pil dan susuk (implant).
  4. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) yang dikenal dalam beberapa jenis desain seperti lippes loop (spiral), Cu T, multiload, Cu 7.
  5. Kontrasepsi mantap (KONTAP) yakni tubektomi (untuk perempuan) dan vasektomi (untuk laki-laki).

Cara Alamiah

    • Senggama terputus

cara ini merupakan senggama biasa. Hanya pada saat hampir terjadi ejakulasi, penis segera ditarik keluar sehingga cairan sperma yang keluar tidak masuk ke dalam vagina. Cara ini kemungkinan terjadinya pembuahan (kehamilan) bisa dikurangi. Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan obat atau alat sama sekali. Dengan demikian cara ini sebenarnya relatif sehat bagi perempuan dari pada menggunakan alat KB yang lain. Tetapi resiko kegagalan metode ini cukup tinggi. Ini disebabkan karena kontrol atas teknik ini tidak ada pada perempuan. Jadi sepenuhnya diserahkan pada kesadaran pihak pasangan.

    • Metode Kalender

Metode kalender adalah cara menentukan kapan melakukan atau tidak melakukan persetubuhan dengan memperhitungkan kalender kesuburan perempuan. Sebelum menjalankan metode ini, sebaiknya selama 3 bulan dilakukan pengamatan untuk mengetahui lama siklus haid yang akurat. Anjuran bagi pengguna metode ini adalah jangan bersenggama pada masa subur yaitu dua hari sebelum dan sesudah sel telur keluar.

Cara Sederhana

Metode ini merupakan cara yang populer. Kondom dibuat dari karet yang sangat tipis dan relatif kuat yang digunakan dengan cara menutupi atau membungkus penis agar sperma yang keluar tidak tumpah ke dalam vagina. Kondom dibuat setipis mungkin agar tidak terlalu menggangu persenggamaan. Secara teoritis kondom juga dibuat sangat kuat, sehingga tidak akan koyak akibat gesekan penis atau ejakulasi. Kondom sering digunakan sebagai Alat Kontrasepsi Pria

Kelebihan dari Kondom adalah:

      • Mudah dipakai.
      • Dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
      • Efek samping hampir tak ada.
      • Membantu mencegah kanker leher rahim.
      • Dapat digunakan untuk penangkal menularnya HIV, yakni virus penyebab AIDS.
      • Kelebihan lain dari kondom adalah perlindungan terhadap kemungkinan terjangkit kuman penyakit kelamin, baik dalam saluran kelamin laki-laki atau perempuan.

Kelemahan alat kontrasepsi kondom:

Beberapa kasus baik laki-laki maupun perempuan mengalami nyeri dan panas, gatal dan alergi dan bahkan lecet, pada alat kelaminnya setelah memakai kondom. Jika ini terjadi, sebaiknya pemakaian kondom dihentikan dan beralih ke metode kontrasepsi lain. Saat ini telah dikembangkan sejenis kondom yang digunakan perempuan atau biasa disebut femidom.

    • Tisu KB

Tisu KB berbentuk kertas tipis yang mudah hancur apabila dimasukkan ke dalam liang kemaluan perempuan. Biasanya tisu ini dikemas dalam bungkus kertas melamin yang kedap air dan udara luar. Tisu KB mengandung zat aktif yang dapat menetralisir sperma laki-laki yang masuk ke dalam vagina perempuan. Zat inilah yang mempengaruhi sperma sehingga tidak lagi mampu membuahi.

    • Spermisida

Spermisida adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang mematikan sperma dan dengan demikian mencegah terjadinya kehamilan. Bentuknya bermacam-macam seperti: krim, tablet, jeli, busa, dan lain-lain. Semuanya memiliki fungsi yang sama yaitu mematikan sperma. Berbeda dengan tisu KB, spermisida harus dioleskan kedalam liang sanggama sekitar 10 menit sebelum senggama. Sebelumnya jangan lupa mencuci tangan bersih-bersih dan mengeringkan dengan sempurna. Oleskan spermisida sedalam mungkin (disekitar mulut rahim). Salah satu fungsi dari spermisida ini adalah dapat mencegah kanker leher rahim. Hal ini karena zat aktif yang dikandungnya juga berfungsi sebagai pembunuh kuman-kuman penyakit. Spermisida juga tidak mempengaruhi produksi air susu ibu, sehingga bisa juga digunakan oleh ibu-ibu yang sedang menyusui.

    • SpiralL(IUD/AKDR)

IUD (intra uterine device), atau dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa disebut spiral. Sesuai dengan namanya AKDR, alat ini dipakai di dalam rahim. Pengguna alat kontrasepsi ini tidak perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, sehingga tidak merepotkan. Disamping itu, AKDR tidak mengandung zat-zat hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. Saat ini bentuk AKDR bermacam-macam. Salah satunya misalnya yang berbentuk T dengan lilitan tembaga, dan banyak lagi. Alat ini juga aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama, yakni antara 3-5 tahun, tergantung pada jenis spiral yang dipakai. Disamping itu, memakai AKDR berarti terhindar dari resiko kehamilan yang disebabkan karena lupa memakainya seperti, pada kondom, tisu KB, atau spermisida.

ALAT KONTRASEPSI HORMONAL

Alat kontrasepsi ini mengandung hormon reproduksi perempuan. Proses menstruasi terjadi karena hormon estrogen dihambat oleh hormon progesteron. Berdasarkan konsep tersebut alat kontrasepsi ini diciptakan. Ada beberapa metode dalam kelompok alat kontrasepsi ini yakni berupa PIL KB, SUNTIKAN dan SUSUK. Ketiganya efektif mengandung hormon dengan komposisi yang kurang lebih sama. Misalnya, pil microgynon yang mengandung levenorgestrel (turunan dari hormon progesteron), serta etunilestradiol (turunan dari hormon estrogen). Dengan penambahan hormon-hormon tersebut, diharapkan proses pematangan sel telur dicegah sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma.

    • PIL KB

Cara kerja pil KB yakni mencegah proses pematangan telur sehingga tidak bisa dibuahi. Bila anda memutuskan untuk memakai pil sebagai alat kontrasepsi langkah pertama anda harus memeriksakan kesehatan anda pada dokter atau bidan. PIL relatif mudah dipakai dan tidak mengganggu siklus (jadwal) menstruasi.

Kekurangan PIL KB

Beberapa hari pertama pemakaian PIL, dikeluhkan beberapa penggunanya karena dirasakan mual, pusing-pusing, kelebihan dan sedikit pendarahan. Jika gejala ini tidak berlangsung terlalu lama sekitar satu bulan anda tidak perlu cemas. Tetapi jika lebih dari waktu itu, segeralah hubungi dokter. Hampir semua pil menyebabkan air susu ibu berkurang. Tapi kalau terpaksa, gunakan PIL yang tidak mengganggu kelancaran produksi ASI.

    • Suntik KB

Suntikan termasuk dalam kelompok alat kontrasepsi hormonal. Sesuai dengan namanya, cara pemakaianya dengan menyuntikkan zat hormonal ke dalam tubuh. Zat hormonal yang terkandung dalam cairan suntikan dapat mencegah kehamilan dalam waktu tertentu. Biasanya efektif selama 1-3 bulan, tergantung pada kandungan dan jenis zat dan yang ada.

Kekurangan dari metode suntik hormonal:

Pada hari-hari pertama setelah disuntik, beberapa orang mengeluh mengalami pusing-pusing, mual, atau pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Selain itu, suntik juga biasanya akan mengubah siklus dan waktu menstruasi. Pada beberapa orang, menstruasi bisa jadi berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Jika ini terjadi anda tidak perlu khawatir, karena ini tidak membahayakan kesehatan.

    • ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) ATAU SUSUK

Alat KB yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan panjang masing-masing 3cm ini dikenal di Indonesia dengan nama susuk KB. Hormon yang dikandung dalam susuk ini adalah progesterone, yakni hormon yang berfungsi menghentikan suplai hormon estrogen yakni hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding lemak dan, dengan demikian menyebabkan terjadinya menstruasi. Alat KB yang ditempatkan di bawah kulit ini efektif mencegah kehamilan dengan cara mengalirkan secara perlahan-lahan hormon yang dibawanya.

KONTRASEPSI MANTAP (KONTAP)

Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma (pada lelaki). Kontap dijalankan dengan melakukan operasi kecil pada organ reproduksi, baik untuk tubektomi bagi perempuan, maupun vasektomi bagi lelaki. Dengan cara ini, proses reproduksi tidak lagi terjadi dan kehamilan akan terhindar untuk selamanya. Karena sifatnya yang permanen, kontrasepsi ini hanya diperkenankan bagi mereka yang sudah mantap memutuskan untuk tidak lagi mempunyai anak. Itulah sebabnya kontrasepsi ini disebut kontrasepsi mantap.

    • TUBEKTOMI

Pada tubektomi, tindakan operasi kecil untuk mencegah kehamilan dilakukan pada saluran telur perempuan. Dengan memotong atau mengikat salah satu bagian saluran yang dilalui sel telur, diharapkan tidak terjadi pembuahan (kehamilan).

Kelebihan dari metode KONTAP:

Pertama, cara KB ini tidak akan mengganggu kelancaran air susu ibu. Selain itu, jarang sekali ada keluhan tentang efek samping dari mereka yang memilih cara ini. Hal ini bisa dipahami karena memang tidak ada obat yang harus diminum atau alat yang dikenakan pada tubuh. Dalam beberapa pertemuan, pertanyaan yang sering muncul adalah kemana larinya sel telur, sementara saluran ke rahim telah dipotong atau dihalangi? Seperti telah dijelaskan di atas, sel-sel telur yang diproduksi itu akan langsung diserap kembali oleh tubuh tanpa membuat tubuh menjadi sakit atau terganggu.

Kedua, dengan cara kontrasepsi ini, resiko kehamilan bisa dihindari. Angka kegagalan hampir tidak ada. Pertanyaan penting lain yang muncul adalah hubungan tubektomi dengan gangguan gairah seksual, mengingat sudah tidak ada lagi sel telur yang keluar. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hilangnya gairah seks akibat tubektomi ini hanyalah mitos belaka yang tidak ada kebenarannya. Seandainya ada keluhan, itu biasanya disebabkan oleh faktor psikologis semata. Ini merupakan kelebihan ketiga dari cara kontrasepsi ini yaitu tidak terpengaruhinya hubungan seks diantara keduanya yang disebabkan oleh tindakan vasektomi atau tubektomi. Dengan kontrasepsi ini, efek samping yang pasti muncul hanyalah luka parut kecil bekas operasi di bagian bawah perut.

    • VASEKTOMI

Prinsipnya sama dengan tubektomi pada perempuan, yaitu menutup saluran bibit laki-laki dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan kiri. Operasi ini tergolong ringan, bahkan lebih ringan dari khitan (sunat) dan bisa dilakukan tanpa pisau. Seperti juga pada perempuan, bibit laki-laki yang tidak keluar akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apapun

Mengenal Alat Kontrasepsi
Tagged on: