Standar AQL Sarung Tangan Intouch

“memahami resiko anda ketika menggunakan peralatan untuk menambah perlindungan, merupakan hak anda”

Seberapa baik anda terlindungi ?

Dahulu, menggunakan sarung tangan bedah mencegah penularan micro organisme dari pasien ke pembedah. Saat ini dengan marak nya virus HIV, hepatitis B dan C, sarung tangan bedah memegang peranan lebih penting dalam mencegah penularan dan penyebaran virus virus berbahaya tersebut yang menyebar melalui darah penderita nya.

Walaupun penggunaan sarung tangan bedah diharapkan untuk mencegah dan sebagai perlindungan terhadap tangan pembedah, terkadang sarung tangan bedah pun didapati gagal dalam melindungi dengan baik tangan pembedah dari microorganism yang berasal dari pasien.

Dalam penelitian yang di lakukan di sebuah rumah sakit di Finalandia, dari 694 sarung tangan bedah yang di kumpulkan setelah proses pembedahan untuk kemudian diteliti. Dari total keseluruhan 694, sebanyak 67 (sekitar 10%) ditemukan gagal lolos standarized waterthight test. Waterthight test sendiri merupakan tes yang dilakukan dengan mengisikan air kedalam sarung tangan untuk melihat apakah sarung tangan tersebut memiliki lubang yang mana air akan mengalir keluar, atau sudah tersegel sepenuh nya dan melindungi dengan aman. Lubang tersebut bisa dikarenakan oleh dua hal, yang pertama karena pemakaian (tersayat dsb) atau cacat pabrik dan sudah memiliki lubang dari awal. Konsekuensi tinggi yang harus di tanggung tidaklah sembarangan, sarung tangan yang tidak mampu melindungi tangan dokter ataupun pembedah ketika menangani sebuah pembedahan mampu menyebarkan virus dan penyakit dari pasien. Tentunya akan merusak kredibilitas dari rumah sakit dan system kesehatannya.

Apa itu AQL dan mengapa AQL begitu penting dalam meningkatkan perlindungan?

Ketika dalam tahap produksi, proses produksi tidak dapat menjamin 100% bahwa semua sarung tangan yang dihasilkan sempurna tanpa lubang (pin holes). Beberapa dari sarung tangan yang diproduksi mesti terdapat beberapa sarung tangan dengan lubang yang luput ketika tahap produksi.

AQL (Acceptance Quality Limit) merupakan standar yang di nilai menggunakan waterthight test terhadap beberapa contoh acak yang diambil dari tiap produksi sarung tangan, semakin ketat kontrolnya maka semakin rendah tingkat AQL nya.

Jika kita sama sama setuju bahwa perlindungan dari sarung tangan sangatlah penting saat proses pembedahan, maka AQL merupaka standar penting dalam memutuskan. Dengan memilih sarung tangan yang diproduksi dengan standar AQL yang lebih rendah maka kita bisa meningkatkan perlindungan personal.

Sebelum menentukan AQL dalam produksi sarung tangan. Sebelumnya kita harus menentukan terlebih dahulu Lot Size dan Inspection Level nya. Lot size merupakan jumlah produksi dalam satu produksi. Ketika 25.000 pasang sarung tangan yang dipesan (50.000 potong) maka lot size nya adalah 50.000. Inspection Level mengindikasikan jumlah sarung tangan yang akan secara acak di ujicoba. Contoh dari 25.000 pasang sarung tangan (50.000potong) maka sekitar 200 potong sarung tangan harus di ujicoba kebocoran. Dengan tingkat AQL 1.5 jumlah yang dibolehkan/diterima maksimum sebanyak 7 potong dari 200 potong yang mengalami kebocoran. Sedangkan pabila menggunakan intouch dengan standar AQL 0.65 maka dari 200 potong hanya diperbolehkan maksimal 3 sarung tangan dengan kebocoran.

Standar AQL Sarung Tangan Intouch